Pidato by arist_gi 20 desember 2015:

Intinya keberadaan kita di instamakassar itu adalah sebagai salah satu bentuk, ibaratnya seorang photographer, yang akan membicarakan, atau mempromosikan, atau memperlihatkan wujud kota kita sebagaimana apa adanya. Dan mungkin adalah sebagai salah satu fungsi-fungsi sosial. Mungkin bisa sebagai sikap kritikan sosial terhadap pemerintah atau hal-hal yang membuat kita untuk lebih mempunyai kepedulian sosial terhadap sesama. Karna dalam bidang ilmu photography itu sendiri adalah salah satu bentuk komunikasi yang sifatnya non ferbal, jadi kita tidak bicara gamblang, tetapi kita lebih banyak bicara soal tersirat lewat gambar, apa yang ada dikepala itu yang kita tuangkan akan kita wujudkan dalam lewat foto yang kita karyakan. Ya, kedepannya mudah-mudahan dengan wadah ini, dengan adanya instamakassar ini juga bisa memberikan karya-karya yang sangat berarti paling tidak memberikan kontribusi yang sangat kecil, terhadap promosi kota makassar sendiri, terhadap kota kita, dan kepedulian kita terhadap kota kita. Apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan kita bisa wujudkan dengan media gambar. 

Kita bicara tentang esensi kita sebagai bukan seorang photographer profesional sebenarnya. Misalnya begini, saya mempunyai ketertarikan terhadap ‘human interest’, saya -kan misalnya, photography macam-macam: ada landscape, potret, ada human interest, itu..saya lebih banyak peduli terhadap kejadian-kejadian sosial yang ada di sekeliling. Tukang becak, pengemis: bagaimana orang mengatur strategi dalam mencari kehidupan sesuap nasi direntah-rentah himpitan ekonomi sosial, dan sebagainya. Dan kita bersuara lewat itu, kita memberikan kritisan atau kita menunjukkan satu bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi. Nah itu yang saya maksud salah satu bentuk komunikasi ferbal yang kita wujudkan lewat gambar. Dari segi lifestyle pasti kita masuk kedalam lifestyle hedonis, nah ini bagaimana kita meredam bahwa kita ini adalah bukan kaum hedon. Bahwa keberadaan instamakassar itu, walaupun gadget nya dianggap diposisi masyarakat untuk sementara iPhone/android itu adalah barang yang mahal, tetapi bukan berarti kita ingin memperlihatkan sesuatu sifatnya yang hedon atau hura-hura, bukan sifatnya euphoria, bukan sifatnya membentuk kesenjangan sosial antara satu sama yang lain. Tapi keberadaan kita disini benar-benar untuk memberikan masukan, saran, sumbangsi lewat apa yang kita rasa, apa yang kita pikir, apa yang kita lihat lewat gambar. Kalau berbicara komunitas kita tidak berbicara kompetisi. Itu adalah bagian, tapi esensi utama kita berkomunitas..          -kan sebenarnya..photography -kan sebenarnya gitu, “Karya”

‘Saya mempersuarakan lewat gabar ku, lewat karya ku..’ Sebenarnya -kan photography itu sama kayak melukis, tapi beda media.

  

Advertisements